Langsung ke konten utama

SEPUCUK TAWA



Benar jika malam itu kau datang
Benar jika malam itu kau menyapa
Benar jika malam itu kau bersua

Salah kah aku menyambut
Salah kah aku mempersilakan
Untuk tetap sepanjang malam

Kau mungkin bergurau
Tapi aku lebih bergurau
Jadinya tak lebih menciptakan tawa

Satu kata tak bermakna
Setelahnya bermakna
Dan sepertinya aku terlalu ringan hingga larut

Sungguh itu hanyalah lelucon yang berusaha kita buat
Sungguh keesokannya kau lebih sangat bergurau
Dan aku lebih dari sangat bergurau

Begitu keesokannya engkau menepi
Dan aku berhenti
Tak ada lagi lelucon yang terbingkai

Sungguh itu adalah “Sepucuk Tawa”
Sepucuk tawa yang hanya ada pada malam itu, keesokan dan keesokannya
Aku bertanya, tapi kau tak berusaha menjawab

Tak ada lagi keesokan yang kutunggu
Yang  tertinggal hanyalah sepucuk tawa di tepi
Begitu saja tanpa bertuan

Sungguh ini benar-benar sepucuk tawa
Beberapa saat kita menciptakan tawa
Dan beberapa saat kemudian kita meninggalkannya

Kau bilang jangan aku berpikir seperti itu
Kau bilang kita tak sedang membuat lelucon
Tapi benar benar sungguh yakin saat ini ku namakan “Sepucuk Tawa”

Komentar